Minggu, 28 Maret 2010

Analisis 5 Kekuatan persaingan M. Porter pada PT . Samsung

Michael Porter telah mengidentifikasi lima kekuatan, dan lima kekuatan tersebut adalah para pesaing industri, calon pendatang, substitusi, pembeli dan pemasok. Adapun lima ancaman yang ditimbulkan kekuatan tersebut adalah ancaman persaingan segmen yang ketat, ancaman pendatang baru, ancaman produk substitusi, ancaman peningkatan kemampuan/kekuatan posisi tawar pemasok.

1). Ancaman persaingan segmen yang ketat
Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika ia telah memiliki pesaing yang banyak, kuat, atau agresif.

2). Ancaman pendatang baru
Daya tarik segmen berbeda-beda menurut tingginya hambatan untuk masuk dan keluarnya.

3). Ancaman produk substitusi
Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika terdapat substitusi produk yang aktual atau potensial.

4). Ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pembeli
Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika pembeli memiliki kekuatan posisi tawar (bargaining power) yang kuat atau semakin meningkat.

5). Ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pemasok
Segmen tertentu menjadi tidak menarik jika para pemasok perusahaan mampu menaikkan harga atau mengurangi kuantitas yang mereka pasok.


MENGIDENTIFIKASI PESAING
Mengidentifikasi pesaing sepertinya merupakan tugas perusahaan yang sederhana. Perusahaan lebih mungkin dikalahkan oleh pesaingnya saat ini (yang baru) muncul atau oleh teknologi baru, dibandingkan oleh pesaingnya saat ini.
Dalam tahun-tahun terakhir, banyak perusahaan yang gagal melongok ke internet untuk melihat para pesaing mereka yang paling hebat. Namun, “myopia pesaing” berfokus pada para pesaing saat ini dan bukan pada pesaing yang tersembunyi karena telah menyebabkan beberapa perusahaan tersaing/tersingkir.

Bisnis penerbitan lain sama-sama terancam oleh gangguan internet. Situs web yang menawarkan pekerjaan, penyewaan ral estate dan mobil secara on-line mengancam surat kabar, yang bagian terbesar pendapatannya didapatkan dari rubrik iklan pekerjaan, real estate dan mobil. Bisnis yang paling takut terhadap teknologi internet adalah makelar dunia, (lihat “Pemasaran Untuk Ekonomi Baru : Terlantar tapi tidak Mengecilkan Hati : Apa yang terjadi Bila E-Comerce menggusur Makelar”). Kita dapat mempelajari persaingan dari sudut pandang industri dan pemasaran.
Konsep Persaingan Industri
Industri adalah sekelompok perusahaan yang menawarkan produk atau kelas produk yang merupakan substitusi dekat satu sama lain. Industri dapat dikelompokkan menurut jumlah penjual; tingkat diferensiasi produk; ada atau tidaknya hambatan masuk, hambatan mobilitas, hambatan keluar, struktur biaya; tingkat integrasi vertikal; dan tingkat globalisasi.

Industri dapat dikelompokkan menurut jumlah penjual adalah sebagai berikut:
1. Jumlah Penjual dan Tingkat Diferensiasi
a. Monopoli Murni
Hanya satu perusahaan yang menyediakan produk atau jasa tertentu diwilayah tertentu.
b. Oligopoli Murni
Oligopoli murni terdiri dari beberapa perusahaan yang memproduksi komoditas yang pada dasarnya sama. Oligopoli yang terdiferensiasi terdiri dari beberapa perusahaan yang memproduksi produk yang terdiferensiasi secara parsial (mobil, kamera), menurut lini mutu, fitur, mode atau pelayanan. c. Persaingan Monopolistik
Persaingan monopolistik banyak pesaing yang mampu mendiferensiasikan tawaran mereka secara kesseluruhan atau sebagian.
d. Persaingan Murni
Persaingan murni banyak pesaing menawarkan produk dan jasa yang sama. Struktur persaingan industri tertentu dapat berubah dari waktu ke waktu.

2. Hambatan Masuk, Hambatan Mobilitas dan Hambatan Keluar
Hambatan masuk yang utama menyangkut persyaratan modal; skala ekonomis; persyaratan hak paten dan dan lisensi; kelangkaan lokasi, bahan baku, atau distributor; persyaratan reputasi. Bahakan setelah perusahaan masuk ke industri tertentu, ia mungkin menghadapi hambatan mobilitas sewaktu ia berusaha memasuki segmen-segmen pasar yang lebih baik.

Hambatan keluar yang sering dihadapi perusahaan, seperti tanggung jawab hukum dan moral terhadap pelanggan, kreditor dan karyawan; pembatasan pemerintah; nilai sisa aset yang rendah akibat terlalu terspesialisasi atau usang; kekurangan peluang alternatif; integritas vertikal yang tinggi dan hambatan yang emosional.

3. Struktur Biaya
Setiap industri memiliki beban biaya tertentu yang banyak membentuk tindakan strateginya.

4. Tingkat Integritas Vertikal
Perusahaan merasa lebih bermanfaat untuk melakukan integritas kehulu atau kehilir (integrasi vertikal). Produsen besar minyak bumi melakukan eksploitasi minyak bumi, pengeboran minyak bumi, penyulingan minyak bumi, produksi bahan kimia, dan pengoperasian jasa reparasi kendaraan.

5. Tingkat Globalisasi
Tingkat globalisasi perusahaan di industri global harus bersaing secara global, jika mereka mencapai skala ekonomis dan mengikuti kemajuan terakhir teknologi.

Konsep Persaingan Pasar
Selain pendekatan industri kita dapat mengidentifikasi pesaing dengan menggunakan pendekatan pasar, para pesaing adalah perusahaan-perusahaan yang memuaskan kebutuhan pelanggan yang sama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar